Puji syukur ke hadirat Allah azza wa jalla yang telah memberikan nikmat iman dan Islam kepada kita. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan kita sebagai generasi penerusnya hingga akhir jaman. Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu guru dan teman-teman yang saya cintai karena telah memberikan kesempatan kepada saya pada hari ini.
Kawan-kawanku sekalian
Pepatah lama mengatakan, “ Kasih Ibu sapanjang masa”. Pernahkah kalian empati dengan pengorbanan Ibu. Ibulah yang sabar mengasihi kita. Sejak kita berada di dalam rahimnya, dengan susah payah ia menjaga kita. Iapun mengatur pola makan, memperhatikan kesehatan fisiknya serta ia rajin mendoakan kita setiap habis shalat. Mengharapkan anak yang dikandungnya sehat, mulia, shaleh dan shalehah, dan berbakti kepada orang tua. Ibu telah memberikan segala kasihnya kepada kita. Betapa pentingnya kasih seorang Ibu untuk anaknya.
Mangga urang panjatkeun puji sareng sukur ka Allah SWT. Solawat sareng salam mugi tetep dilimpahkeun ka kanjeng nabi Muhammad SAW, ka kulawarga, ka para sahabatna, sareng ka urang sadaya salaku umatna tug dugi ka ahir jaman. Dina waktos ieu simkuring bade medar biantara anu judulna: Perluna ngamumule basa sunda.
Para saderek sadayana,
Fungsi basa nyaeta alat pikeun ngayakeun hubungan antara hiji jelema jeung jelema sejenna dina hirup kumbuh sapopoe. Ku sabab basa jelema bisa nambahkan pangaruh jeung ngamekarkeun pikiranana. Basa oge mangrupakeun cirri mandiri hiji bangsa.
Dina kasempetan ieu kuring umajak ka para saderek sadaya, hayu urang babareungan miara basa Sunda. Nya rumaja ayeuna nu boga tanggung jawab pikeun ngamumulena. Mun ti ayeuna geus ngapilainkeun ka basa sorangan, eta teh karugian keur urang tatar sunda hususna, jeung nagara umumna. Maju mundurna basa Sunda, mekar heunteuna basa Sunda gumantung ka urang.
Mun sakieu biantara ti simluring. Hapunten pami aya cariosan anu kirang merenah di manah. Hatur nuhun ka sadayana.
Puji syukur ke hadirat Allah azza wa jalla yang telah memberikan nikmat iman dan Islam kepada kita. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan kita sebagai generasi penerusnya hingga akhir jaman. Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu guru dan teman-teman yang saya cintai karena telah memberikan kesempatan kepada saya pada hari ini.
Kawan-kawanku sekalian
Pepatah lama mengatakan, “ Kasih Ibu sapanjang masa”. Pernahkah kalian empati dengan pengorbanan Ibu. Ibulah yang sabar mengasihi kita. Sejak kita berada di dalam rahimnya, dengan susah payah ia menjaga kita. Iapun mengatur pola makan, memperhatikan kesehatan fisiknya serta ia rajin mendoakan kita setiap habis shalat. Mengharapkan anak yang dikandungnya sehat, mulia, shaleh dan shalehah, dan berbakti kepada orang tua. Ibu telah memberikan segala kasihnya kepada kita. Betapa pentingnya kasih seorang Ibu untuk anaknya.
Waktu kita lahir, senyum Ibu mengembang begitu lega, bahagia, sekaligus bangga mempunyai kita. Waktu kita bisa belajar mengucapkan kata “mama”, senyum bahagia yang tidak kenal lelah mengasuh kita. Subhanallah, Allah sungguh telah memberikan kepada seorang Ibu kekuatannya untuk menabur rasa cinta dan kasih sayang kepada anak-anaknya. Waktu kita masuk sekolah ia setia menunggui kita. Waktu kita menginjak remaja, Ibu tidak cerewet, kitanya saja yang kurang mengerti maksud Ibu. Waktu kita lulus kuliah, Ibupun merasa bangga, bahkan dengan cintanya ia membantu kita untuk mencari pekerjaan yang benar dan karier yang mapan.
Ya Allah, Engkau telah menanamkan cinta yang Engkau berikan kepadanya, ia lalu mendistribusikan cintanya kepada kita kita, anak-anaknya.
Maka dari itu kita wajib menghargai setiap tetesan darah dan keringat Ibu dalam merawat dan membesarkan kita dengan cinta kita yang tulus dan dalam kepadanya. Yakinlah bahwa Ibu tidak mencintai kita selama kita masih hisup, tapi Ibu akan mencintai kita selama hidupnya.
Demikian pidato dari saya, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Terimakah atas perhatiannya, mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyampaian pidato karena saya masih dalam tahap pembelajaran.